Manado — Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Utara kembali menegaskan komitmennya dalam memerangi penyalahgunaan narkoba, terutama di kalangan generasi muda. Dalam kegiatan sosialisasi bertajuk War On Drugs yang digelar di sela-sela Turnamen Sepak Bola NTT Cup II 2025 di Lapangan Kiban Raider 712 Paniki, BNN Sulut memperkuat pesan pentingnya peran aktif pemuda dalam melawan narkoba demi masa depan bangsa yang lebih sehat dan produktif.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan preventif yang terus diintensifkan oleh BNN Sulut, terutama dalam menjangkau kelompok rentan seperti remaja dan pemuda. Kepala Bagian Umum BNN Sulut, Oktovina Patikawa, mengatakan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu menciptakan lingkungan bebas dari narkotika.
“Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap para peserta dapat memahami secara mendalam dampak buruk narkoba dan menjadikannya sebagai pembelajaran untuk menjauhi serta mencegah orang di sekitar mereka dari jeratan zat adiktif ini,” ujar Patikawa di hadapan ratusan peserta yang hadir.

Sosialisasi Lewat Pendekatan Komunitas
Kehadiran BNN Sulut dalam acara olahraga yang digemari masyarakat menjadi langkah strategis untuk menyentuh kalangan muda secara lebih dekat. Dalam sesi edukasi yang disisipkan di sela turnamen, para peserta mendapatkan materi tentang jenis-jenis narkotika, cara kerja zat adiktif terhadap sistem saraf manusia, serta dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan fisik dan mental.
Materi disampaikan dengan gaya yang komunikatif dan interaktif agar lebih mudah dipahami oleh anak muda. Tidak hanya itu, BNN Sulut juga membagikan brosur, menyelenggarakan kuis edukatif, serta menggelar diskusi kelompok untuk menjaring aspirasi dan pengalaman peserta terkait fenomena narkoba di lingkungan mereka masing-masing.
Langkah ini mendapatkan apresiasi dari peserta dan panitia turnamen. Mereka menganggap kehadiran BNN dalam acara nonformal seperti turnamen olahraga memberikan warna edukatif sekaligus memperluas pemahaman masyarakat bahwa upaya pencegahan narkoba bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga seluruh elemen bangsa.

Keterlibatan Pemuda Jadi Kunci Pencegahan
Dalam kesempatan tersebut, Patikawa juga menggarisbawahi bahwa keterlibatan aktif pemuda sangat diperlukan dalam mencegah penyebaran narkoba di lingkungan mereka sendiri. Ia mengajak para pemuda untuk tidak hanya menjadi penonton dalam upaya pemberantasan narkoba, tetapi ikut berperan sebagai pelapor dan penyampai informasi kepada pihak berwenang.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak ragu menyampaikan informasi apabila menemukan indikasi penyalahgunaan atau peredaran narkoba di lingkungannya. Kami jamin kerahasiaan pelapor, dan tindakan yang diambil akan tetap sesuai prosedur hukum,” tegasnya.
Patikawa juga mengungkapkan bahwa pemuda memiliki akses luas terhadap berbagai komunitas dan media sosial, sehingga sangat efektif dalam menyampaikan pesan-pesan positif mengenai bahaya narkoba. Ia mendorong terbentuknya kelompok relawan antinarkoba di tingkat sekolah, kampus, hingga komunitas hobi.

Statistik Menunjukkan Tren Mengkhawatirkan
Data BNN menyebutkan bahwa tren penyalahgunaan narkoba secara nasional masih berada dalam kategori mengkhawatirkan. Pada tahun 2024, BNN mencatat sedikitnya 3,6 juta pengguna aktif narkoba di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen merupakan usia produktif, termasuk pelajar dan mahasiswa.
Di Sulawesi Utara, BNN mencatat peredaran narkoba mulai merambah ke wilayah pinggiran dan desa-desa. Bahkan, modus penyelundupan kini semakin beragam, mulai dari pengiriman melalui ekspedisi, penumpang antarkota, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana transaksi tersembunyi.
Hal inilah yang mendorong BNN Sulut semakin gencar melakukan pendekatan humanis dan preventif, termasuk menggandeng tokoh agama, tokoh masyarakat, dan komunitas pemuda dalam setiap program edukasi.

Turnamen Jadi Media Kampanye Anti Narkoba
Turnamen sepak bola NTT Cup II 2025 yang digelar selama tiga hari menjadi ajang yang tepat untuk menggaungkan kampanye anti narkoba. Tidak hanya menjadi wadah kompetisi olahraga, acara ini juga berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai moral, sportivitas, dan gaya hidup sehat.
Ketua panitia turnamen, Yansen Tukan, menyatakan bahwa kerja sama dengan BNN Sulut merupakan bentuk tanggung jawab moral sebagai penyelenggara untuk menciptakan ruang yang positif bagi generasi muda.
“Kami sangat mendukung program BNN Sulut dalam memerangi narkoba. Turnamen ini bukan hanya tentang menang atau kalah, tapi juga soal membangun semangat positif di kalangan anak muda. Edukasi tentang bahaya narkoba ini sangat tepat sasaran dan menyatu dengan semangat olahraga,” kata Yansen.
Ia berharap kegiatan semacam ini bisa menjadi model kolaborasi antara lembaga negara dan masyarakat sipil untuk menciptakan ruang-ruang publik yang bersih dari pengaruh narkoba.

Sinergi Dengan Dunia Pendidikan
BNN Sulut juga menargetkan kolaborasi yang lebih intensif dengan institusi pendidikan. Menurut Patikawa, sekolah dan kampus merupakan tempat strategis untuk menyebarkan pemahaman mengenai bahaya narkoba karena di situlah konsentrasi generasi muda terbentuk.
Program penyuluhan ke sekolah dan kampus akan terus dilanjutkan dengan pendekatan yang lebih kreatif dan partisipatif. BNN Sulut merancang modul pendidikan antinarkoba yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik di berbagai jenjang.
Selain itu, pelatihan bagi guru dan dosen juga menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang. Para pendidik diharapkan menjadi role model dan penggerak di lingkungannya untuk mengampanyekan gaya hidup sehat dan produktif tanpa narkoba.

Peran Media Sosial dan Digitalisasi Informasi
Menghadapi perkembangan teknologi dan pola konsumsi informasi masyarakat yang semakin cepat, BNN Sulut juga beradaptasi dengan mengoptimalkan peran media sosial. Pesan-pesan antinarkoba disampaikan dalam bentuk konten video pendek, infografis, hingga kampanye digital yang melibatkan influencer lokal.
Langkah ini dinilai lebih efektif menjangkau generasi digital native yang lebih aktif di media daring daripada media konvensional. BNN Sulut juga mengembangkan kanal pelaporan online untuk memudahkan masyarakat memberikan informasi terkait aktivitas mencurigakan yang berpotensi terkait narkoba.
Platform pelaporan tersebut diintegrasikan dengan sistem pengawasan terpadu nasional, sehingga setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti oleh unit yang berwenang dengan cepat dan tepat.

Harapan ke Depan: Generasi Sulut Bebas Narkoba
Langkah-langkah yang dilakukan BNN Sulut mencerminkan sebuah harapan besar: menciptakan generasi Sulawesi Utara yang bebas dari narkoba. Hal ini tidak dapat dicapai hanya dengan tindakan penegakan hukum, tetapi juga melalui edukasi yang berkelanjutan dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.
Patikawa menegaskan bahwa perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama. Dengan kerja sama semua pihak, termasuk lembaga pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, media, dan masyarakat umum, maka Sulawesi Utara bisa menjadi provinsi yang menjadi contoh dalam upaya pemberantasan narkoba secara sistematis dan menyeluruh.
Kegiatan sosialisasi yang dilakukan BNN Sulut di tengah turnamen olahraga bukan hanya sekadar kampanye sesaat. Ini adalah upaya strategis untuk membangun kesadaran kolektif sejak dini mengenai bahaya laten narkoba. Harapannya, setiap individu yang mendapatkan pemahaman ini bisa menjadi penyambung lidah pesan antinarkoba ke lingkungan sekitar mereka.
Dengan semangat kolaborasi dan edukasi, serta komitmen yang tidak pernah surut dari BNN Sulut, masa depan tanpa narkoba bukan sekadar impian. Ini adalah kenyataan yang bisa dicapai bersama — selangkah demi selangkah, dari satu komunitas ke komunitas lainnya.