Manado – Ratusan warga tampak memenuhi area pameran kerja Manado Job Fair 2025 yang digelar Pemerintah Kota Manado. Bertempat di salah satu pusat perbelanjaan strategis, kegiatan ini disambut antusias para pencari kerja dari berbagai wilayah, terutama Kota Manado dan sekitarnya.

Sejak pagi, antrean panjang mulai terlihat di setiap stand perusahaan yang berpartisipasi. Para pelamar, dari lulusan baru hingga pencari kerja yang sudah berpengalaman, datang dengan membawa map berisi dokumen lamaran. Ada yang datang sendiri, ada pula yang didampingi keluarga atau sahabat, menunjukkan bahwa kegiatan ini benar-benar dinantikan sebagai peluang nyata untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

Puluhan Perusahaan Tawarkan Lowongan di Berbagai Sektor

Setidaknya 30 perusahaan membuka lowongan kerja dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari beragam sektor, mulai dari keuangan dan perbankan, asuransi, perdagangan dan distribusi, teknik dan konstruksi, jasa pengiriman, hingga sektor makanan dan minuman. Sebagian besar perusahaan membuka lebih dari satu posisi pekerjaan, bahkan ada yang menawarkan puluhan posisi untuk jenjang pendidikan yang bervariasi, dari SMA hingga sarjana.

Keikutsertaan perusahaan-perusahaan ini menjadi bukti bahwa sektor swasta masih menjadi tumpuan besar dalam menyerap tenaga kerja, khususnya di kota besar seperti Manado. Sebagian perusahaan juga menyediakan kesempatan magang dan pelatihan kerja, sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia lokal.

Antusiasme Pencari Kerja Jadi Cerminan Kebutuhan yang Mendesak

Priscillia, salah satu peserta Manado Job Fair 2025, datang sejak pukul 08.00 WITA. Ia tampak sibuk berpindah dari satu booth ke booth lainnya, sambil menanyakan detail pekerjaan yang ditawarkan.

“Saya sudah beberapa bulan tidak bekerja dan memang cukup kesulitan karena tidak ada penghasilan. Saya berharap dari job fair ini bisa dapat pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang saya di bidang administrasi,” ujar Priscillia.

Peserta lain, Yuen, yang datang dari Minahasa, juga membawa harapan serupa. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk menjajaki peluang kerja di Kota Manado, mengingat semakin sulitnya memperoleh informasi langsung tentang lowongan kerja yang benar-benar terbuka.

“Saya tahu kegiatan ini dari media sosial. Saya langsung siapkan dokumen dan datang. Paling tidak, saya bisa dapat wawasan tentang jenis pekerjaan yang saat ini dibutuhkan,” katanya.

Pemerintah Kota Hadirkan Solusi Lewat Job Fair

Wakil Wali Kota Manado, Richard Sualang, menyempatkan diri meninjau langsung lokasi pelaksanaan job fair dan berbincang dengan beberapa pencari kerja serta perwakilan perusahaan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari strategi nyata Pemerintah Kota Manado untuk menurunkan angka pengangguran yang masih tinggi.

“Job fair ini menjadi jembatan antara pencari kerja dan penyedia kerja. Pemerintah Kota Manado sangat serius menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Kita tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan kualitas sumber daya manusia,” ujar Richard Sualang saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus bekerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri untuk membuka akses kerja yang lebih luas bagi masyarakat. Pemerintah Kota juga berencana mengadakan pelatihan-pelatihan vokasi secara berkala agar pencari kerja memiliki keahlian yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja saat ini.

Data BPS Perkuat Pentingnya Langkah Pemerintah

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara mencatat angka pengangguran di Kota Manado per Juli 2025 mencapai 19.743 orang. Angka ini tercatat sebagai yang tertinggi di antara seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Utara. Hal ini menunjukkan bahwa Manado masih menghadapi tantangan serius dalam menyediakan lapangan kerja bagi warganya.

Kondisi ini diperparah oleh dampak pandemi beberapa tahun lalu, yang menyebabkan banyak usaha kecil dan menengah gulung tikar serta memperlambat ekspansi sektor-sektor industri besar. Meskipun ekonomi mulai pulih, belum semua sektor mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan.

Penyelenggaraan Manado Job Fair 2025 menjadi langkah konkret untuk menjawab tantangan tersebut. Pemerintah Kota berharap kegiatan ini bukan hanya bersifat musiman, tetapi menjadi program rutin yang terus dievaluasi dan ditingkatkan kualitasnya.

Respons Positif dari Dunia Usaha

Beberapa perwakilan perusahaan menyampaikan bahwa mereka merasa terbantu dengan adanya job fair semacam ini. Selain dapat merekrut tenaga kerja secara langsung, mereka juga memiliki kesempatan untuk memperkenalkan budaya kerja dan kebutuhan skill spesifik kepada para pencari kerja.

“Kegiatan ini sangat efektif karena kami bisa langsung berinteraksi dengan para calon pelamar. Kami juga bisa menjelaskan apa saja kompetensi yang kami cari, agar para pencari kerja tahu ke mana harus mengembangkan diri,” kata salah satu HRD dari perusahaan jasa pengiriman nasional.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Manado yang tidak hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga melakukan kurasi terhadap perusahaan peserta agar benar-benar membuka lowongan kerja, bukan sekadar promosi.

Upaya Pemerintah Tidak Berhenti di Sini

Wakil Wali Kota Manado menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai program lanjutan pasca-job fair. Salah satunya adalah membuka posko layanan informasi kerja di kantor Dinas Ketenagakerjaan Kota Manado, yang akan menjadi pusat konsultasi dan mediasi antara pelamar dan perusahaan.

“Bagi yang belum mendapatkan pekerjaan hari ini, jangan berkecil hati. Kami akan bantu fasilitasi melalui mekanisme lanjutan. Ada data pelamar yang kami kumpulkan, yang nantinya bisa kami salurkan sesuai kebutuhan perusahaan,” tambahnya.

Selain itu, Dinas Ketenagakerjaan juga menggandeng lembaga pelatihan untuk meningkatkan keterampilan pencari kerja yang masih kurang kompetitif. Pelatihan ini mencakup keterampilan teknis, bahasa asing, hingga kemampuan komunikasi dan presentasi yang kini makin dibutuhkan oleh dunia kerja.

Harapan untuk Masa Depan Pekerjaan di Manado

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Manado Job Fair 2025 memberikan gambaran jelas tentang besarnya kebutuhan masyarakat terhadap akses kerja yang terbuka dan transparan. Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa warga Kota Manado memiliki semangat tinggi untuk bangkit dan mandiri secara ekonomi.

Ke depan, Pemerintah Kota Manado diharapkan mampu mengembangkan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih terintegrasi. Tidak hanya sebatas membuka akses lowongan, tetapi juga memperkuat sistem pelatihan dan pendidikan vokasi, memperluas kerja sama lintas sektor, serta memastikan bahwa setiap warga mendapat peluang yang setara untuk berkembang.

Pihak swasta juga diminta lebih aktif mengambil peran dalam menciptakan lapangan kerja yang inklusif. Dengan makin terbukanya komunikasi antara perusahaan dan pemerintah, diharapkan pengembangan SDM Manado bisa semakin tepat sasaran.

Job Fair Sebagai Langkah Strategis

Manado Job Fair 2025 menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha mampu menciptakan peluang kerja yang konkret bagi masyarakat. Di tengah tantangan ekonomi dan tingginya angka pengangguran, kegiatan ini menjadi oase harapan bagi ribuan pencari kerja di Manado dan sekitarnya.

Dukungan yang terus-menerus dari seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan, organisasi pemuda, dan pelaku usaha, akan menjadi penentu keberlanjutan program-program serupa di masa depan. Pemerintah Kota Manado menunjukkan komitmen kuat untuk terus berada di garis depan dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan di daerahnya.

Dengan langkah-langkah strategis dan pendekatan yang adaptif, Manado Job Fair bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi fondasi dari kebangkitan ekonomi lokal berbasis pemberdayaan sumber daya manusia.

“Kami percaya, satu pekerjaan yang diberikan kepada masyarakat adalah satu langkah menuju pengurangan kemiskinan,” ujar Richard Sualang menutup sambutannya dengan penuh optimisme.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *