Manado, – Memasuki pekan terakhir menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, kondisi pasar tradisional di Kota Manado tetap menunjukkan tren yang stabil, khususnya dalam hal harga bahan pangan pokok seperti daging sapi. Dari pantauan langsung di lapangan, khususnya di Pasar Pinasungkulan Karombasan, harga daging sapi terpantau tetap di angka Rp130.000 per kilogram. Tidak ada gejolak harga signifikan seperti yang dikhawatirkan oleh sebagian masyarakat.

Ayub Abbas, seorang pedagang daging sapi yang sudah belasan tahun berjualan di pasar tersebut, menyatakan bahwa harga tersebut sudah berlangsung konsisten dalam beberapa tahun terakhir, termasuk menjelang momen hari-hari besar keagamaan seperti Idul Adha. Ia juga menyebutkan bahwa pasokan sapi lokal dari wilayah-wilayah peternakan di Sulawesi Utara masih aman dan mencukupi kebutuhan.

“Harga ini sudah kami pertahankan sejak beberapa tahun terakhir. Tidak naik, tidak turun. Permintaan masyarakat juga masih normal, belum ada lonjakan signifikan meskipun sudah dekat Idul Adha,” ujar Ayub ketika ditemui di lapak dagangannya.

Situasi Pasar: Stabilitas Harga dan Suplai Terjaga

Kestabilan harga menjelang hari besar keagamaan merupakan kondisi yang sangat dinanti oleh masyarakat, terutama kaum ibu rumah tangga dan para pelaku usaha kecil yang bergantung pada konsumsi daging untuk produksi makanan. Keadaan ini menjadi kabar baik, mengingat tahun-tahun sebelumnya sempat terjadi lonjakan harga akibat gangguan pasokan dan meningkatnya permintaan secara drastis menjelang hari raya kurban.

Sapi-sapi yang dijual di pasar tradisional seperti Pinasungkulan mayoritas berasal dari peternak lokal Sulawesi Utara, khususnya daerah-daerah seperti Minahasa, Minahasa Utara, Bolaang Mongondow, dan sebagian dari daerah perbatasan seperti Gorontalo. Rantai pasok yang pendek serta kerja sama jangka panjang antara pedagang dan peternak lokal menjadi salah satu faktor utama kestabilan harga ini.

Selain itu, faktor cuaca yang mendukung serta tidak adanya hambatan transportasi antarwilayah juga berkontribusi dalam menjaga kestabilan suplai hewan ternak ke pusat-pusat pasar di Manado.

Pandangan Pembeli: Harga Masih Terjangkau dan Masuk Akal

Sejumlah pembeli yang ditemui di lokasi pasar juga memberikan pandangan positif mengenai harga daging sapi saat ini. Amir, seorang warga asal Tikala yang rutin berbelanja ke pasar Pinasungkulan, mengungkapkan bahwa harga daging saat ini masih dalam batas wajar, apalagi jika dibandingkan dengan harga daging ayam atau ikan segar yang belakangan fluktuatif.

“Saya bersyukur harga daging sapi masih sama seperti tahun lalu. Jadi kami bisa beli untuk kebutuhan rumah tangga dan juga untuk rencana kurban nanti. Mudah-mudahan tetap seperti ini sampai Idul Adha,” kata Amir sambil menenteng kantong plastik berisi dua kilogram daging segar.

Menurut Amir, kondisi ini sangat membantu masyarakat kelas menengah ke bawah yang selama ini mengandalkan pasar tradisional untuk kebutuhan konsumsi harian maupun keperluan hari besar seperti Idul Adha. Ia juga menyatakan bahwa kualitas daging sapi lokal sangat layak konsumsi dan rasanya lebih segar dibanding daging impor beku yang dijual di ritel modern.

Peran Pedagang dan Pemerintah: Menjaga Ekosistem Pasar Tetap Sehat

Ayub Abbas tidak sendirian. Beberapa pedagang lain di blok penjualan daging sapi di Pasar Pinasungkulan juga menyampaikan hal serupa. Menurut mereka, stabilitas harga ini juga ditopang oleh komunikasi yang baik antara pedagang, peternak, serta dukungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Manado yang rutin memantau kondisi harga bahan pokok.

Pedagang menyebut bahwa sejauh ini belum ada kebutuhan mendesak untuk menaikkan harga karena stok masih mencukupi dan permintaan tidak melebihi kapasitas pasokan. Meskipun mendekati Idul Adha diperkirakan permintaan akan meningkat, para pedagang telah melakukan antisipasi dengan memperkuat kerja sama pengiriman ternak sejak awal Mei lalu.

Dari pihak pemerintah kota, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Manado, Mery Kalalo, menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan langkah-langkah pemantauan rutin di pasar-pasar tradisional.

“Kami ingin memastikan harga tetap stabil dan pasokan cukup. Tidak hanya daging sapi, tetapi juga bahan pokok lain seperti beras, minyak goreng, dan telur. Menjelang Idul Adha, kami akan intensifkan sidak (inspeksi mendadak) agar tidak ada oknum yang coba-coba memainkan harga,” ujar Kalalo dalam keterangannya kepada media.

Kondisi Peternakan Lokal: Tantangan dan Harapan

Meskipun situasi pasar saat ini terpantau stabil, peternak lokal masih menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa di antaranya adalah biaya pakan yang semakin tinggi, akses pembiayaan yang terbatas, serta belum meratanya distribusi bibit sapi unggul.

Menurut Rahmat Taufik, peternak sapi asal Minahasa Selatan, harga pakan seperti dedak dan rumput fermentasi mengalami kenaikan dalam dua bulan terakhir. Namun karena permintaan dari pedagang cenderung stabil, ia belum menaikkan harga jual sapi ke pasar.

“Kami bersyukur kalau harga pasar tidak anjlok, tapi kami juga berharap ada bantuan dari pemerintah dalam bentuk subsidi pakan atau pelatihan teknis untuk meningkatkan produktivitas ternak,” ujarnya.

Dengan adanya stabilitas harga di tingkat konsumen, harapan peternak ke depan adalah adanya sistem kemitraan yang lebih kokoh antara peternak, pedagang, dan pemerintah, sehingga siklus produksi dan distribusi bisa berlangsung dengan lebih efisien dan menguntungkan semua pihak.

Harapan Menjelang Idul Adha: Konsistensi Harga dan Ketersediaan Hewan Kurban

Menjelang puncak hari raya kurban, masyarakat mulai mencari hewan kurban seperti sapi dan kambing. Di Kota Manado sendiri, titik-titik penjualan hewan kurban sudah mulai terlihat di beberapa lokasi seperti Malalayang, Paal Dua, dan Tikala.

Daging sapi yang dijual di pasar tradisional berbeda dengan hewan kurban yang biasanya dijual dalam bentuk utuh. Namun begitu, kondisi harga pasar tetap menjadi indikator penting bagi stabilitas ekonomi menjelang hari raya.

Organisasi keagamaan seperti Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulawesi Utara juga mengimbau agar masyarakat tidak panik dan tetap membeli hewan kurban dari penjual resmi atau koperasi ternak yang telah bersertifikasi.

Sekretaris DMI Sulut, Ustaz Ridwan Tantu, menyampaikan bahwa stok hewan kurban tahun ini cukup aman dan berkualitas. Ia juga mengajak umat Islam untuk melaksanakan ibadah kurban dengan niat yang tulus dan memprioritaskan distribusi daging kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Jangan sampai ada yang tidak kebagian. Semangat kurban adalah berbagi. Harga boleh stabil, tetapi keikhlasan harus meningkat,” pungkas Ustaz Ridwan.

Menjaga Tradisi, Memastikan Stabilitas

Harga daging sapi yang tetap stabil di pasar tradisional Kota Manado menjadi cerminan dari kestabilan sosial dan ekonomi yang terjaga dengan baik menjelang momen penting seperti Idul Adha. Pedagang, peternak, pemerintah, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menciptakan kondisi ini.

Dengan tetap waspada terhadap potensi spekulasi harga dan memastikan rantai pasok berjalan lancar, diharapkan stabilitas ini dapat terus dijaga tidak hanya pada momen hari besar keagamaan, tetapi juga dalam jangka panjang sebagai bagian dari sistem pangan yang berkelanjutan.

Seluruh pihak kini bersiap menyambut Hari Raya Idul Adha dengan semangat gotong royong, rasa syukur, dan harapan bahwa tradisi berkurban dapat terus dilestarikan dalam kondisi ekonomi yang stabil dan merata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *