MANADO – PT Pos Indonesia Cabang Utama Manado resmi memulai penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada ribuan pekerja di Sulawesi Utara yang datanya telah diverifikasi melalui BP Jamsostek dan Kementerian Ketenagakerjaan. Proses penyaluran bantuan tersebut menjadi salah satu upaya strategis pemerintah dalam mendorong daya beli masyarakat, khususnya kelompok pekerja formal yang terdampak perlambatan ekonomi.
Sebanyak 52.620 tenaga kerja di Sulawesi Utara ditetapkan sebagai penerima bantuan. Kantor Pos menjadi mitra utama dalam penyaluran bantuan ini secara tunai. Penyaluran BSU secara serentak dilakukan di seluruh kantor pos wilayah Sulawesi Utara, termasuk di kantor cabang utama Manado yang menjadi pusat pelayanan utama.
Kegiatan penyaluran dimulai sejak 3 Juli 2025 dan dijadwalkan akan berlangsung hingga 31 Juli 2025. Dari total target penerima, hingga hari keenam pelaksanaan, realisasi pencairan telah mencapai sekitar 10 persen. Angka tersebut menunjukkan tingginya animo masyarakat dan kesiapan dari sisi pelayanan yang disiapkan pihak PT Pos Indonesia.

Antrean Tertib dan Proses Cepat
Situasi di Kantor Pos Cabang Utama Manado terlihat cukup kondusif. Para penerima BSU tampak tertib menunggu giliran sesuai nomor antrean yang telah dibagikan oleh petugas. Proses pencairan bantuan berjalan cepat, rata-rata setiap penerima hanya membutuhkan waktu kurang dari lima menit sejak dipanggil hingga menerima uang tunai.
Sebanyak enam loket pencairan dibuka secara simultan dengan petugas yang cekatan memeriksa dokumen identitas seperti KTP, mencocokkannya dengan data penerima dari sistem terverifikasi, dan langsung menyerahkan bantuan secara tunai. Mekanisme ini dirancang untuk menghindari antrean panjang dan menjaga efisiensi waktu.
Executive General Manager PT Pos Indonesia Cabang Utama Manado, Anshari Hadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sistem dan sumber daya manusia secara matang untuk mendukung kelancaran proses penyaluran.
“Kami sudah melakukan simulasi sebelumnya dan menyiagakan petugas di tiap loket dengan SOP yang ketat. Semua proses pembayaran BSU berjalan cepat, aman, dan transparan. Kami juga menyiapkan bantuan bagi lansia dan disabilitas yang membutuhkan pelayanan khusus,” ujar Anshari.

BSU Dorong Pemulihan Ekonomi Lokal
BSU yang disalurkan kali ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk membantu pekerja terdampak inflasi dan kenaikan harga kebutuhan pokok. Bantuan ini diharapkan mampu menjadi stimulus langsung untuk mendongkrak konsumsi rumah tangga serta perputaran ekonomi lokal di Sulawesi Utara.
Penyaluran melalui kantor pos dipilih agar bantuan dapat menjangkau pekerja yang tidak memiliki rekening bank atau tinggal di daerah dengan akses perbankan terbatas. Dengan sistem penyaluran berbasis tunai ini, pemerintah ingin memastikan bantuan benar-benar sampai ke tangan penerima manfaat tanpa potongan dan keterlambatan.
Seorang pekerja swasta di Manado, Sofyan Akuba, mengaku senang menerima bantuan yang disalurkan melalui kantor pos. Ia menilai prosesnya sangat mudah dan tidak berbelit-belit.
“Saya datang dengan membawa KTP, lalu diarahkan ke loket sesuai nomor antrean. Petugas ramah, prosesnya cepat. Saya langsung menerima uangnya tanpa harus menunggu lama,” ujarnya.
Penerima lain, Jane Wonok, mengaku dana BSU yang diterima akan digunakan untuk membayar kebutuhan sekolah anak.
“Bantuan ini sangat membantu, terutama menjelang tahun ajaran baru. Terima kasih untuk pemerintah dan juga petugas kantor pos yang sangat membantu,” katanya.

Distribusi Merata hingga Pelosok
Selain Manado, penyaluran BSU juga dilakukan di kantor pos di seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Utara. Petugas Pos Indonesia telah diberi mandat untuk memastikan tidak ada pekerja yang terlewat. Mereka juga bekerja sama dengan aparat kelurahan dan perangkat desa untuk menyebarkan informasi dan mengatur jadwal pencairan agar tidak terjadi penumpukan.
Penyaluran di daerah-daerah seperti Minahasa, Tomohon, Bitung, Bolaang Mongondow, hingga kepulauan seperti Sangihe dan Talaud dilakukan secara bertahap dengan pendekatan zonasi agar proses distribusi berjalan lancar.
PT Pos Indonesia juga membuka layanan informasi dan pengaduan bagi masyarakat yang merasa memenuhi kriteria namun belum menerima informasi pencairan. Petugas di tiap lokasi telah dibekali daftar nama penerima dan prosedur verifikasi agar tidak terjadi kesalahan pembayaran.

Jadwal dan Mekanisme Pelayanan
Khusus di Kantor Pos Cabang Utama Manado, pelayanan pencairan BSU berlangsung setiap hari tanpa hari libur. Untuk hari Senin hingga Sabtu, layanan dibuka mulai pukul 08.00 hingga pukul 20.00 WITA. Sementara itu, di hari Minggu, pelayanan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WITA.
Pengaturan jadwal pelayanan ini bertujuan untuk memberikan waktu yang fleksibel bagi para pekerja yang mungkin tidak sempat datang di hari kerja. Petugas juga terus memantau potensi lonjakan pengunjung dan menyiapkan langkah antisipasi seperti penambahan loket atau perpanjangan waktu layanan jika dibutuhkan.

BSU dan Efektivitas Intervensi Sosial
Penyaluran BSU ini tidak hanya dinilai sebagai bantuan insidental, melainkan bagian dari intervensi sosial pemerintah dalam memastikan keberlangsungan ekonomi rumah tangga. Banyak pekerja di sektor informal dan industri padat karya yang menjadi penerima manfaat dari program ini.
Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan menekankan pentingnya validasi data agar bantuan tidak salah sasaran. Oleh karena itu, hanya pekerja yang terdaftar di BP Jamsostek dan memenuhi kriteria tertentu yang akan menerima BSU. Proses verifikasi dilakukan sejak bulan Mei lalu dan telah melalui sejumlah tahap pencocokan data lintas kementerian dan lembaga.

Harapan dan Evaluasi
Dalam beberapa minggu ke depan, PT Pos Indonesia Cabang Utama Manado menargetkan realisasi penyaluran BSU dapat mencapai 100 persen. Untuk mewujudkan target tersebut, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan, dan unsur pemerintah daerah.
Anshari Hadi menambahkan bahwa transparansi dan evaluasi berkala menjadi kunci keberhasilan program ini.
“Setiap hari kami merekap jumlah penerima dan melaporkan progres ke pusat. Jika ada kendala teknis atau data yang bermasalah, langsung ditangani oleh tim kami. Kami juga membuka ruang pengaduan agar masyarakat bisa menyampaikan kendala yang dihadapi,” terangnya.

Kolaborasi Lintas Sektor
Penyaluran BSU ini menjadi contoh sinergi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan masyarakat. Pendekatan kolaboratif ini terbukti mampu mempercepat proses distribusi bantuan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program-program jaring pengaman sosial.
Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Utara menyambut baik penyaluran ini. Mereka memastikan akan terus mengawal penyaluran BSU agar tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih dengan bantuan lainnya.

Aksesibilitas untuk Semua Golongan
Petugas Pos Indonesia turut memberikan perhatian pada aksesibilitas bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas. Di beberapa lokasi, layanan mobile atau sistem jemput bola diterapkan untuk memudahkan para penerima yang tidak bisa datang langsung ke kantor pos.
Model pelayanan inklusif ini menjadi salah satu aspek yang diapresiasi banyak pihak karena menunjukkan bahwa bantuan sosial harus menjangkau semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Dampak Langsung Terasa
Sejumlah pelaku usaha kecil di Manado mengaku mulai merasakan peningkatan transaksi sejak penyaluran BSU dimulai. Bantuan yang langsung diterima masyarakat dalam bentuk tunai diyakini lebih cepat mengalir ke sektor konsumsi dibandingkan bantuan berbasis rekening atau voucher.
Bagi para pekerja, bantuan ini menjadi tambahan penting dalam menghadapi tekanan biaya hidup. Dalam jangka pendek, BSU mampu memberikan ruang bernapas di tengah tantangan ekonomi yang masih belum sepenuhnya pulih.
Penyaluran Bantuan Subsidi Upah melalui PT Pos Indonesia menjadi langkah konkret pemerintah dalam memastikan setiap pekerja mendapat haknya tanpa diskriminasi. Dengan layanan yang cepat, data yang valid, dan pelayanan yang menyeluruh hingga ke pelosok, program ini menjadi bukti bahwa kehadiran negara dapat dirasakan langsung oleh masyarakat pekerja.
Proses yang berlangsung hingga akhir Juli mendatang masih menyisakan banyak pekerjaan. Namun dengan sinergi yang telah terbentuk, peluang untuk mencapai penyaluran 100 persen bukan sekadar target, tetapi menjadi komitmen bersama demi kesejahteraan pekerja Sulawesi Utara.