Manado,- Mencermati gejolak harga bahan pangan pokok yang kembali merangkak naik di sejumlah wilayah Indonesia, Perum BULOG Wilayah Sulawesi Utara–Gorontalo mengambil langkah konkret. Lewat kegiatan Operasi Pasar Komoditi Pangan, BULOG bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara hadir di tengah masyarakat dengan menghadirkan bahan pokok penting seperti beras, gula pasir, dan minyak goreng dengan harga yang jauh lebih terjangkau dari harga pasaran.
Kegiatan ini menjadi angin segar bagi warga Kota Manado yang dalam beberapa pekan terakhir dibayangi kekhawatiran akibat kenaikan harga bahan pangan. Salah satu titik pelaksanaan operasi pasar berlangsung pada Kamis siang di Kelurahan Bahu, Kecamatan Malalayang, Kota Manado. Bertempat di halaman salah satu gedung gereja setempat, ratusan warga tampak antusias mendatangi lokasi sejak pagi hari.

Harga Terjangkau, Kualitas Terjaga
Di tengah situasi inflasi dan tekanan harga pangan, keberadaan operasi pasar ini membawa harapan baru. Dalam pelaksanaannya, BULOG menawarkan harga jual yang lebih murah dibandingkan harga umum di pasar tradisional maupun ritel modern. Beras premium dalam kemasan lima kilogram dijual hanya seharga Rp72.000, sedangkan minyak goreng merek “Minyak Kita” dilepas ke konsumen dengan harga Rp15.000 per liter. Gula pasir pun turut dijual dengan harga yang lebih ramah kantong.
Kepala Wilayah Perum BULOG Sulawesi Utara–Gorontalo, Ermin Tora, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya sinergis antara BULOG dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di masyarakat.
“Operasi pasar ini kami laksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam menahan laju inflasi, khususnya dari sektor pangan. Kami ingin masyarakat tetap bisa memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang wajar, tanpa harus mengorbankan kualitas,” ungkap Ermin Tora.
Ia menegaskan bahwa operasi pasar ini tidak hanya bersifat insidental, namun akan digelar secara periodik di berbagai titik Kota Manado maupun wilayah lain di Sulawesi Utara, sesuai dengan kebutuhan dan pantauan harga pasar.

Kolaborasi Lintas Instansi untuk Ketahanan Pangan
Operasi pasar yang digagas BULOG ini tidak berjalan sendiri. Kegiatan ini melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara, serta Dinas Pangan Kota Manado. Kolaborasi lintas instansi ini memungkinkan distribusi logistik pangan berjalan lancar dan tepat sasaran.
Dengan memanfaatkan data kebutuhan riil dari lapangan, setiap titik pelaksanaan operasi pasar dipasok sesuai dengan daya serap dan jumlah rumah tangga yang membutuhkan. Pemerintah daerah turut memastikan bahwa kegiatan ini berjalan tertib dan tidak menimbulkan gangguan kerumunan atau ketegangan sosial akibat keterbatasan stok.
Kepala Dinas Pangan Kota Manado, dalam keterangannya di lokasi, mengapresiasi langkah cepat BULOG dan mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan program ini secara bijak.
“Kami bersama BULOG akan terus memantau pergerakan harga. Jika dibutuhkan, operasi seperti ini bisa dilakukan setiap pekan di lokasi berbeda. Tujuannya sederhana, masyarakat tidak boleh kesulitan mendapatkan bahan pokok dengan harga yang wajar,” ujar perwakilan dinas tersebut.

Respons Positif dari Masyarakat
Kegiatan operasi pasar di Kelurahan Bahu disambut antusias oleh warga. Mereka rela mengantre sejak pagi untuk mendapatkan bahan pangan murah. Bagi sebagian besar warga, harga komoditas pangan di pasaran saat ini tergolong memberatkan, terutama bagi keluarga dengan pendapatan tetap atau tidak tetap.
Salah satu warga, Nina, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan operasi pasar ini. Ia yang sehari-hari berdagang makanan kecil di sekitar area kampus merasa kehadiran BULOG di lingkungannya meringankan beban rumah tangga.
“Beras di pasar sekarang sudah Rp15.000 per kilo. Kalau beli di sini hanya sekitar Rp14.400-an. Beda seribu bisa berarti banyak kalau kita beli lima kilo. Ini sangat membantu kami yang penghasilannya tidak menentu,” tutur Nina dengan wajah sumringah.
Ia berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara rutin, terutama menjelang momen penting seperti tahun ajaran baru, perayaan hari besar keagamaan, atau awal bulan saat kebutuhan rumah tangga meningkat.

Distribusi dan Pengawasan Ketat
Pelaksanaan operasi pasar dijalankan dengan mekanisme pengawasan yang ketat. Setiap pembeli hanya diperkenankan membeli maksimal dua paket komoditas agar tidak terjadi penimbunan atau pembelian oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Aparat kelurahan dan pengurus RT/RW turut dilibatkan untuk membantu pendataan dan pengaturan alur pembeli.
Pengawasan ini penting agar komoditas pangan yang disediakan benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan. BULOG juga menggandeng petugas dari Satpol PP dan kepolisian untuk menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Menurut pantauan lapangan, kegiatan berlangsung lancar dan tertib. Petugas di lokasi juga secara aktif memberikan informasi kepada warga terkait harga, mekanisme pembelian, serta ketersediaan stok di titik distribusi lainnya.

Peran Strategis BULOG dalam Stabilitas Nasional
Kegiatan seperti ini mempertegas posisi strategis BULOG sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional. Dalam situasi gejolak harga dan pasokan pangan global yang belum stabil, langkah cepat yang diambil oleh BULOG Sulawesi Utara–Gorontalo menjadi contoh konkret intervensi positif yang memberi dampak langsung ke masyarakat.
Tidak hanya di Manado, kegiatan serupa juga direncanakan akan digelar di daerah-daerah penyangga lainnya seperti Minahasa Utara, Bitung, dan Tomohon. Hal ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menjamin hak masyarakat atas pangan yang layak dan terjangkau.
Ermin Tora menjelaskan bahwa stok pangan BULOG untuk wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo berada dalam kondisi aman hingga beberapa bulan ke depan. Dengan demikian, program seperti operasi pasar ini akan terus dilaksanakan dengan cakupan yang lebih luas.
“Kami akan terus memantau pergerakan harga. Jika terjadi lonjakan atau kelangkaan, kami siap masuk dengan cadangan yang kami miliki. Ini adalah komitmen BULOG untuk menjaga stabilitas nasional dari sektor pangan,” tegasnya.

Harapan ke Depan dan Evaluasi Program
Keberhasilan pelaksanaan operasi pasar di Kelurahan Bahu menjadi tolok ukur penting bagi penyelenggara dalam merancang kegiatan serupa ke depan. Evaluasi terhadap mekanisme distribusi, pengawasan, serta cakupan wilayah menjadi fokus utama agar program ini semakin efektif menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
BULOG juga membuka diri terhadap masukan dari warga, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya guna meningkatkan kualitas layanan. Tujuan utamanya adalah menjamin pemerataan akses pangan dan menghindari monopoli atau permainan harga oleh pihak tertentu.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyampaikan bahwa keberhasilan operasi pasar ini akan ditindaklanjuti dengan penguatan regulasi dan sistem pemantauan harga. Di tengah tantangan global yang masih belum pasti, stabilitas harga bahan pokok di daerah menjadi prioritas utama.

Kesimpulan: Operasi Pasar, Wujud Nyata Kepedulian Negara
Operasi pasar komoditi pangan oleh BULOG bukan sekadar distribusi beras, gula, dan minyak goreng dengan harga murah. Ini adalah bentuk kehadiran negara dalam menjawab keresahan warganya, di saat beban ekonomi makin berat. Dalam konteks yang lebih luas, program ini juga menjadi upaya preventif untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat akar rumput.
Dengan dukungan lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat, program ini diharapkan dapat terus berlanjut, tidak hanya sebagai solusi jangka pendek, tetapi juga sebagai strategi jangka panjang dalam mewujudkan ketahanan pangan yang inklusif dan berkelanjutan di Sulawesi Utara.
“Operasi pasar ini adalah upaya kami untuk membantu masyarakat, bukan hanya di Manado, tapi di seluruh wilayah yang membutuhkan,” pungkas Ermin Tora.