Bolmong Timur — Dalam upaya menciptakan generasi muda yang disiplin, sportif, dan jauh dari tindakan kekerasan jalanan, Kepolisian Resor Bolaang Mongondow Timur (Polres Boltim) menggelar Kejuaraan Tinju Amatir se-Bolaang Mongondow Raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Bhayangkara ke-79 yang tidak hanya sarat nilai kompetisi, tetapi juga mengusung pesan sosial untuk menekan aksi premanisme di tengah masyarakat.

Kejuaraan yang berlangsung di halaman Mapolres Boltim tersebut menghadirkan lebih dari dua ratus petinju muda dari berbagai kabupaten dan kota di wilayah Bolaang Mongondow Raya. Peserta berasal dari 20 sasana tinju yang tersebar di daerah Bolmong Raya, termasuk Bolaang Mongondow Induk, Kotamobagu, Bolsel, Bolmut, dan Boltim sendiri.

Kompetisi ini memperlombakan 15 kategori kelas, mulai dari Mini Junior Boys 32 kg, Junior Boys 51 kg, Youth Boys 48 kg, Semi Junior Girls 46 kg, hingga kategori bergengsi Elite Man 75 kg. Setiap laga mempertemukan para petinju potensial yang telah dibina secara rutin oleh pelatih masing-masing sasana.

Kapolres Bolaang Mongondow Timur, AKBP Golfrid Hasiholan, dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini memiliki muatan sosial yang kuat. Selain untuk mencari bibit atlet berbakat, kejuaraan ini juga menjadi media untuk membentuk karakter dan menjauhkan pemuda dari pergaulan yang salah.

“Dalam rangka HUT Bhayangkara ke-79, kami Polres Boltim menyelenggarakan kejuaraan tinju amatir se-Bolaang Mongondow Raya. Semoga agenda ini akan berlanjut guna mempersiapkan bibit baru untuk event selanjutnya, baik nasional maupun internasional. Momen ini juga menjadi wadah kami dalam mengantisipasi aksi premanisme. Daripada sering buat onar di luar, lebih baik disalurkan dalam olahraga tinju yang bersifat positif,” ungkap AKBP Golfrid Hasiholan.

Menangkal Premanisme Lewat Sarana Kompetisi Sehat

Tindakan kekerasan jalanan dan premanisme menjadi isu sosial yang mengemuka di sejumlah daerah, termasuk wilayah Bolaang Mongondow. Sering kali pemuda terjebak dalam lingkaran kekerasan karena kurangnya kegiatan positif yang mampu menyalurkan energi dan bakat mereka.

Melalui kejuaraan ini, Polres Boltim menggandeng organisasi olahraga tinju, PERTINA, untuk memberikan wadah resmi sekaligus membangun semangat juang di kalangan pemuda. Ketua PERTINA Boltim, Moh. Novarisal Binjindan, menyambut baik inisiatif ini dan menyampaikan komitmennya dalam pembinaan atlet secara berkelanjutan.

“Ke depan kami akan membentuk sasana tinju di setiap desa untuk mendorong para pemuda menyalurkan hobi dan bakatnya. Ini juga akan memudahkan kami menyeleksi para petinju untuk kejuaraan selanjutnya,” jelas Novarisal.

Langkah ini menjadi strategi jangka panjang dalam pembinaan karakter generasi muda. Selain membentuk fisik yang kuat, tinju juga mengajarkan kedisiplinan, keberanian, kontrol diri, dan semangat persaingan yang sehat.

Antusiasme Warga dan Potensi Wisata Olahraga

Kejuaraan tinju yang digelar secara terbuka ini menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat setempat. Warga dari berbagai desa berdatangan untuk menyaksikan pertarungan antar petinju yang berlangsung selama beberapa hari.

Mereka memadati area sekitar ring, memberikan sorakan dukungan dan semangat kepada para petarung muda. Tidak hanya menjadi hiburan gratis, kejuaraan ini juga mempererat hubungan antarwarga dan menumbuhkan rasa bangga terhadap potensi olahraga lokal.

Puncak antusiasme terlihat saat partai eksebisi digelar. Laga persahabatan antara petinju senior dan tokoh masyarakat menjadi momen mencairkan ketegangan sekaligus memancing gelak tawa dan sorakan penonton.

“Ini pertama kalinya saya lihat pertandingan tinju langsung. Seru sekali, anak-anak juga ikut nonton. Saya harap acara begini sering digelar supaya pemuda di kampung lebih sibuk dengan kegiatan positif,” kata Marlina, warga Desa Kotabunan yang datang bersama keluarganya.

Ajang Pembinaan Atlet Daerah

Selain sebagai sarana pembinaan karakter, kejuaraan ini juga merupakan investasi jangka panjang untuk dunia olahraga di Sulawesi Utara. Kejuaraan ini memberi ruang bagi para petinju muda untuk menunjukkan kemampuannya dan bersaing secara sehat dalam lingkungan yang profesional.

Pertandingan berlangsung dalam pengawasan wasit dan juri bersertifikat, memastikan bahwa setiap laga berjalan sesuai standar nasional. Beberapa atlet muda yang menunjukkan performa cemerlang langsung mendapat perhatian dari pelatih dan pengurus PERTINA, yang akan memasukkan mereka dalam daftar pembinaan untuk kompetisi yang lebih tinggi.

“Kami melihat beberapa nama yang menonjol dan memiliki potensi besar. Dalam waktu dekat, mereka akan kami undang ke pusat latihan untuk disiapkan menuju Porprov dan Piala Kapolda Sulut,” ujar Yudi, pelatih tinju dari Sasana Kotamobagu yang turut hadir dalam kejuaraan tersebut.

Sinergi Polri dan Masyarakat dalam Membangun Generasi Muda

Kejuaraan ini tidak hanya menjadi panggung olahraga, melainkan simbol sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan produktif. Dengan pendekatan yang humanis, Polres Boltim menunjukkan bahwa penegakan hukum dapat berjalan beriringan dengan kegiatan pembinaan sosial.

Langkah ini sejalan dengan semangat transformasi Polri yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan mendukung kegiatan yang membangun karakter.

“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun masa depan anak-anak muda. Dengan olahraga, kita bisa mencetak juara dan menjauhkan mereka dari kenakalan remaja,” tegas AKBP Golfrid Hasiholan dalam wawancara usai pembukaan kejuaraan.

Perluasan Program ke Tingkat Kecamatan dan Desa

Melihat tingginya respons positif dari warga dan peserta, Polres Boltim dan PERTINA sepakat untuk memperluas program pembinaan hingga tingkat desa. Program ini akan dimulai dengan pendirian sasana mini di beberapa titik prioritas, diikuti dengan pelatihan dasar yang diberikan oleh pelatih berpengalaman.

Fasilitas dan peralatan dasar akan disediakan oleh pihak Polres melalui dana hibah kegiatan sosial, sementara desa akan menyediakan lokasi latihan dan dukungan logistik.

“Kalau semua desa punya sasana, maka tidak ada lagi alasan anak muda untuk nongkrong tak tentu arah. Mereka bisa latihan tiap sore dan saling berkompetisi antar desa,” ujar Novarisal Binjindan, yang juga menjabat sebagai tokoh pemuda di Kecamatan Modayag.

Dampak Sosial dan Rencana Berkelanjutan

Kejuaraan ini dipandang sebagai pemantik awal dari gerakan yang lebih luas. Bukan tidak mungkin ke depan Bolaang Mongondow Timur menjadi pusat pembinaan olahraga tinju di Sulawesi Utara.

Beberapa sponsor lokal telah menunjukkan ketertarikannya untuk mendukung agenda serupa di masa depan. Peluang ini akan dikembangkan menjadi bagian dari program pembinaan olahraga prestasi di bawah naungan KONI Boltim.

Dampak sosial yang diharapkan bukan hanya pada turunnya angka kriminalitas dan premanisme, tetapi juga meningkatnya kepercayaan diri pemuda dan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan positif.

“Jika ada kegiatan positif seperti ini, otomatis anak-anak muda lebih sibuk latihan dan tidak terlibat hal negatif. Kami akan kawal program ini terus agar ke depan bisa lahir petinju nasional dari Boltim,” kata Camat Nuangan, Aryanto Mokodongan.

Harapan Masa Depan

Kejuaraan ditutup dengan penyerahan medali dan hadiah bagi para juara. Suasana penuh kegembiraan dan kebanggaan menyelimuti arena saat para pemenang menerima penghargaan mereka diiringi tepuk tangan warga.

Agenda ini akan dijadikan agenda tahunan Polres Boltim dan diharapkan dapat berkembang menjadi event regional yang dapat menarik peserta dari luar daerah.

Dengan semangat Bhayangkara dan dukungan seluruh elemen masyarakat, langkah awal ini menjadi bukti bahwa pembinaan karakter dan olahraga bisa menjadi alat strategis dalam menciptakan wilayah yang aman, produktif, dan penuh prestasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *